Senin, 24 Januari 2011

PENGERTIAN TAUBAT

Taubat Nasuha Cetak E-mail
Ditulis oleh Sami'in P. Beberapa berdasarkan beberapa Dalil-Dalil  
Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya.

Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah: 160 "Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat."

Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

Tepatlah kiranya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat: 133, "Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."

Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'".

Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

Di bulan pengampunan, Ramadhan yang "Syahrul Maghfirah" ini adalah saat yang tepat untuk kita bertaubat. Bagi yang sudah bertaubat mari memperbarui taubatnya dan yang belum taubat mari bergegas kepada ampunan Allah. 10 hari kedua bulan Ramadhan merupakan masa maghfirah (ampunan) sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Haurairah "Ramadhan, awalnya Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya dibebaskan dari api neraka" (H.R. Ibnu Huzaimah).

Selamat menjalankan ibadah kepada ALLAH SWT.

PENGERTIAN TAUBAT

Taubat Nasuha Cetak E-mail
Ditulis oleh Samiin P. Berandan berdasarkan beberapa dalil.  
Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya.

Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah: 160 "Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat."

Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

Tepatlah kiranya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat: 133, "Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."

Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'".

Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

Di bulan pengampunan, Ramadhan yang "Syahrul Maghfirah" ini adalah saat yang tepat untuk kita bertaubat. Bagi yang sudah bertaubat mari memperbarui taubatnya dan yang belum taubat mari bergegas kepada ampunan Allah. 10 hari kedua bulan Ramadhan merupakan masa maghfirah (ampunan) sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Haurairah "Ramadhan, awalnya Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya dibebaskan dari api neraka" (H.R. Ibnu Huzaimah).

Selamat menjalankan ibadah kepada ALLAH SWT.

Selasa, 18 Januari 2011

CIRI - CIRI ORANG YANG BERTAQWA KEPADA ALLAH

CIRI-CIRI TAQWA :


1. Ingat dua perkara
2. Lupa dua perkara
3. Menyukai apa yang Allah suka
4. Membenci apa yang Allah benci

1.Ingat Dua Perkara
Pertama:
Kebaikan, jasa dan budi orang kepada kita perlu diingat selalu dan sekiranya berpeluang, maka eloklah disebut-sebut dan dibalas walaupun balasan itu tidak setimpal
Lebih-lebih lagilah kita perlu ingat dan mensyukuri segala nikmat dan limpah kurnia Allah SWT kepada kita yang tidak terhingga banyaknya.
Firman Allah SWT:
”Waamma bini’matihi rabbika fahaddith’.
Maksudnya:
”Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (sebagai tanda bersyukur).” (Adh Dhuha:11)
Ini supaya kita terasa terhutang budi dan berterima kasih kepada orang yang berbuat baik dan berjasa kepada kita.
Tentulah terhadap Allah, lebih-lebih lagi patut kita rasakan sedemikian. Memang patut kita taat dan bersyukur kepada Allah, dengan membuat amal kebajikan biarpun segala amalan itu tidak mungkin setimpal dengan kurniaan Allah.
Kedua:
Kesalahan kita kepada orang lain hendaklah sentiasa kita ingat dan kita minta maaf daripadanya. Ingat selalu tentang kesalahan diri agar kesalahan itu tidak diulangi. Rasa bersalah itu penting kerana rasa itulah yang mendorong kita meminta maaf.
Itu terhadap kesalahan kita terhadap sesama manusia. Lebih-lebih lagilah kita perlu ingat dosa-dosa dan kederhakaan kita kepada Allah. Kita iringi ingatan kepada dosa-dosa itu dengan bertaubat. Kekalkan rasa berdosa itu supaya kita terhindar dari terbuat dosa-dosa yang lain dan hati kita sentiasa takut dan berharap agar Allah ampunkan dosa kita.
2. Lupa Dua Perkara
Pertama:
Lupakan segala budi, jasa dan kebaikan kita kepada orang.Jangan diungkit-ungkit dan dikenang-kenang.
Kembalikan segala kebaikan yang kita buat itu kepada Allah. Rasakan seolah-olah kita tidak pernah berbuat baik kepada orang. Lebih-lebih lagi, kita kena lupakan segala amal ibadah yang telah kita buat kepada Allah. Jangan diungkit-ungkit atau dikenang-kenang.
Rasakan seolah-olah kita tidak beramal. Dengan itu moga-moga hati kita tidak dilintasi oleh rasa ujub, sum’ah atau riyak atau rasa diri baik dan mulia.
Kedua:
Lupakan kejahatan orang terhadap diri kita. Anggaplah seolah-olah tidak ada siapa yang bersalah dengan kita supaya tidak tercetus rasa marah atau dendam terhadap orang.
Lebih-lebih lagi hendaklah kita lupakan segala kesusahan dan ujian, musibah atau mala petaka yang Allah timpakan kepada kita seperti sakit, kematian, kerugian, kemalangan dan kegagalan.
Atau banjir, kemarau, ribut taufan, tsunami, wabak penyakit, kemeseletan ekonomi dan sebagainya. Supaya tidak tercetus perasaan tidak sabar dan tidak redha dengan ketentuan Allah.

Renungan untuk mengubah sikap

Renungilah kata2 madah ini, moga2 madah ini dapat mengingatkan kita tentang dosa yang selalu kita lupakan , moga dengan mengingati dosa , datang rasa2 kehambaan , kerana rasa2 inilah yang Tuhan mahu di dalam sebarang tindakan;


1- "Setiap hari kiralah dosa-dosa kamu, setidak-tidaknya mengingatinya, janganlah kenang kebaikan kamu, anggap sahajalah tidak ada kebaikan"


2- "Merintihlah dengan dosa, janganlah merintih dengan buta, menangislah dengan dosa, jangan menangis dengan orang menghina, sedihlah dengan dosa, janganlah sedih dengan orang kata."



3- "Kita hamba Allah ini kenalah menyesal selalu, lebih-lebih lagi di waktu bersalah, mengeluhlah selalu nasib kita belum tahu, merintihlah selalu terutama dengan dosa-dosa kita, mengakulah lemah di hadapan Tuhan sekalipun kita serba ada, menangislah selalu kerana kita tidak dapat elak dari dosa moga-moga dengan cara ini Allah rahmati kita."

4- "Jika kita mengingati dosa kita, tidak nampak lagi kebaikan kita, apatah lagi untuk dibanggakan"
5- "Jika kita membuat dosa, tidak terasa dengan dosa, kita telah membuat dua kali dosa, satu kerana dosa yang dibuat, keduanya kerana tidak merasa berdosa."


6- "Rasakanlah diri kita sentiasa berdosa, sekalipun kita tidak nampak dosa kita, apatah lagi jika nampak, agar kita dapat mengekalkan sifat kehambaan yang kita ini memang hamba."




7- "Sebenarnya hukuman Allah kepada manusia di atas kesalahannya setiap hari berlaku. Cuma berat atau ringan dan bentuknya tidak sama di antara satu sama lain. Namun manusia tidak mahu juga dijadikan pengajaran. Justeru itu layaklah manusia ini dihukum sekali lagi di Akhirat kelak".




8- "Banyak orang mengambil berat tentang dosa-dosa lahir tetapi mengabaikan dosa-dosa batin."


9- "Banyakkan mengingat dosa-dosa kita daripada mengingat amal kebajikan kita, cara ini lebih menyelamatkan kita di Akhirat kelak."


10- "Orang yang halus perasaannya, orang lain yang bersalah dia yang rasa bersalah, orang lain yang buat dosa dia yang merasa berdosa, ada orang mati kelaparan, dia yang merasa bersalah. Betapalah kalau dia sendiri yang bersalah atau buat dosa, terseksa jiwanya sepanjang masa."


11- "Dosa walaupun kecil jangan diremeh-remehkan, dosa tetap dosa, dosa tetap dianggap derhaka, dosa sekalipun kecil kalau Allah tidak ampunkan tetap Neraka."


12- "Adakalanya orang yang menyalahkan orang yang membuat salah, dosanya lebih besar daripada orang yang membuat kesalahan, atau membuat dosa kalau dosa itu tersembunyi dibongkarnya, atau menuduh atau menghukum, terlebih atau keterlaluan daripada kesalahan yang dibuatnya."


13- "Dua orang atau lebih yang membuat satu dosa yang sama nilainya, setiap orang itu rasa berdosa tidak sama, mesti ada lebih, ada kurangnya mengikut ketaqwaan masing-masing, atau mengikutlah tingkatan iman masing-masing."


14- "Kalau orang telah mengabaikan dosa-dosa lahir, dosa-dosa batin lebih-lebih lagi terabai"

15- "Kalau seseorang itu tidak bimbang dengan dosa lebih-lebih lagi setelah terlibat dengan dosa tidak pun hati merintih dengan dosa itu ditakuti mati di dalam suul-khatimah."


16- "Hidup di dunia ini macam mimpi aja, kerana terlalu singkatnya dibandingkan hidup di Akhirat yang kekal abadi. Masanya tiada bertepi. Gambarkan kalau di Syurga alangkah indahnya, jika di Neraka alangkah parahnya."


17-"Tidak mesti benda yang besar itu bernilai atau yang paling bernilai. Di dunia ini benda yang paling bernilai dan mahal, ialah benda yang paling kecil iaitu intan dan mutiara. Begitulah amal ibadah di sisi Allah itu, Allah tidak mengukur tentang banyak atau dipandang besar, tapi amal ibadah yang paling ikhlas yang kita buat, sekalipun ibadah itu kecil sahaja pada pandangan mata manusia."
18-"Orang yang bergantung kepada amal ibadah, ibadahnya menghijab di antaranya dengan Allah."

19- "Anggaplah kita ini orang dagang di dunia ini, bahkan merasakan demikian setiap waktu, agar kita tidak terpaut dengan dunia, dan mendorong kita buat persiapan untuk balik ke Akhirat, dengan cara ini Insya-Allah kita akan selamat"


20- "Kalau seseorang itu dianggap bodoh kerana tidak membuat persiapan di hari tua yang masanya terlalu terbatas.Logiknya lebih bodoh lagilah orang yang tidak membuat persiapan di waktu selepas mati yang masanya tidak berkesudahan."

Sunday, June 10, 2007


harapan



Hari ini genaplah 20 tahun umurku , Terima kasih Tuhan Engkau membenarkan lagi aku menghirup udara-Mu, aku memijak di bumi ciptaan-Mu , aku bernaung di bawah langit-Mu , Engkau izinkan lagi aku makan rezeki yang Engkau curahkan di muka bumi-Mu ini ,Engkau perlihatkan lagi kekuasaan-Mu , Maha Baiknya Engkau Tuhan , entah apa lagilah yang Engkau beri padaku , tidak dapat aku fikirkan, susah untuk aku menulis kerana terlalu banyaknya yang Engkau kurniakan kepadaku , Sayangnya Engkau padaku Tuhan , tapi aku sahaja yang tidak pandai untuk menghargai cinta-Mu Tuhan, dengan rahmat-Mu Tuhan ajarkanlah aku untuk mencintai dan mentakuti-Mu Tuhan , agar aku pandai bersyukur atas kurniaan-Mu , Agar aku menjadi hamba yang tahu nilai kasih saying-Mu , moga aku tergolong dari golongan orang yang sedikit, itulah orang-orang yang pandai bersyukur , amin Ya Rabbal Alamin.......

MATLAMAT HAMBA ADALAH ALLAH



"Matlamat orang-orang muqarrobin ialah Allah. Mereka memburu Allah. Dapat Allah dapat semuanya. Hilang Allah hilanglah semuanya. Allah sumber keselamatan bahkan Allah itu segala-galanya.Mereka menagih cinta dan kasih sayang Tuhan.Mereka sangat takut dan bimbang kalau tersisih dari cinta dan rahmat Tuhan"
Sudah menjadi tabiat hamba sukakan nikmat dan bencikan kesusahan. Manusia akan berusaha sedaya upaya untuk mendapatkan nikmat dan akan juga berusaha sedaya upaya untuk mengelak dari kesusahan. Manusia suka pada yang baik dan benci pada yang buruk. Manusia sukakan berita gembira dan takutkan ancaman seksa. Dalam mendidik manusia, Allah ambil kira perkara ini. Sebab itu dalam kita berdakwah, kita disyaratkan supaya menyampaikan tabsyir (berita gembira) dan tanzir (berita buruk). Ini perlu supaya manusia terdorong untuk membuat kebajikan dan akan takut untuk membuat kemungkaran. Ini sudah cukup untuk mengawal orang-orang yang beriman supaya mereka berbakti kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Di dalam Al Quran sendiri penuh dengan tabsyir dan tanzir. Allah janjikan pahala bagi orang-orang yang beriman dan yang beramal soleh. Allah ancam orang-orang yang ingkar dan derhaka dengan dosa. Allah janjikan orang-orang yang taat dengan Syurga dan segala macam keindahan dan nikmat-Nya. Dan Allah ancam orang-orang yang ingkar dengan Neraka dan segala macam seksaan-Nya. Bagi orang-orang soleh, mereka sangat cintakan Syurga dan sangat takutkan Neraka. Perasaan cintakan Syurga ini mendorong mereka untuk berbuat sebanyak-banyak ibadah dan kebajikan. Perasaan takutkan Nereka pula mengawal dan menghindarkan mereka daripada berbuat maksiat dan kemungkaran.

Namun demikian, keadaan seperti ini tidak berlaku kepada orang-orang muqarrobin (orang-orang yang hampir dengan Tuhan). Orang-orang muqorrobin tidak mengaitkan ibadah dan amal kebajikan mereka dengan pahala atau Syurga. Mereka juga tidak mengelakkan diri dari membuat maksiat dan kemungkaran atau dasar takutkan dosa dan Neraka. Dalam apa yang mereka lakukan dan usahakan, ia bersabit terus dengan Allah. Pendorong bagi mereka beribadah dan membuat sebanyak-banyak kebajikan dan penghalang yang menghindar mereka dari terlibat dengan maksiat dan kemungkaran ialah semata-mata cinta dan takut mereka kepada Allah itu sendiri. Soal pahala dan dosa dan soal Syurga dan Neraka tidak terlintas di dalam fikiran dan hati mereka.
Matlamat orang-orang muqarrobin ialah Allah. Mereka memburu Allah. Mereka mahu mempunyai dan memiliki Allah. Dapat Allah dapat semuanya. Hilang Allah hilanglah semuanya. Allah sumber keselamatan bahkan Allah itu segala-galanya. Mereka menagih cinta dan kasih sayang Tuhan. Mereka sangat takut dan bimbang kalau tersisih atau terpinggir dari cinta dan rahmat Tuhan. Bagi mereka, Syurga dan Neraka itu hanyalah makhluk ciptaan Tuhan seperti mereka juga dan tidak layak dijadikan matlamat. Orang-orang muqarrobin juga tahu bahawa Syurga itu terlalu mahal untuk dibeli dengan amal ibadat dan pahala. Tidak ada siapa yang dimasukkan ke Syurga kerana pahala dan amalan mereka. Tidak juga Rasulullah SAW sendiri. Manusia dimasukkan ke Syurga semata-mata kerana rahmat Allah. Justeru itu sepatutnyalah manusia berusaha untuk mendapatkan cinta dan rahmat Allah kerana inilah jalan keselamatan. Memburu Syurga belum tentu akan menghasilkan rahmat dan kasih sayang Tuhan. Tanpa rahmat dan kasih sayang Tuhan, apalah ertinya kehidupan dan kewujudan ini.

Senin, 17 Januari 2011

Kumpulan Kalimat Mutiara dan Kalimat Motivasi

Kalimat-kalimat dibawah ini mungkin bisa membuat anda semua termotivasi. Meskipuan buat anda kalimat dibawah ini tidak bermutiara, tetapi semoga saja anda dapat termotivasi kembali. Pas untuk anda yang sedang down saat gagal di bisnis online atau mungkin menjadi penyemangat anda kembali. 

Silahkan diresapi satu persatu Kumpulan Kalimat Mutiara dan Kalimat Motivasi dibawah ini :


  • Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan; jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitar anda dengan penuh kesadaran.
  • Resolusi tanpa tindakan adalah sia-sia, mimpi tanpa perbuatan juga akan menjadi sia-sia.
  • Anda siap meninggalkan masa lalu. Bagi kebanyakan orang, tempat kerja mereka saat ini adalah komunitas yang paling aman dan paling bisa diandalkan. Ketika Anda meninggalkan sarang itu, Anda tidak bisa lagi kembali ke sana. Apakah Anda siap membangun sarang baru dengan komunitas baru? Mulai tinggalkan semua rutinitas masa lalu Anda yang tidak Anda sukai dan yang pasti tidak akan membawa Anda mencapai semua impian Anda yang baru; mulailah dengan tindakan baru.
  • Kita harus mulai berani menentukan tujuan hidup kita sendiri, siap untuk menghadapi dan mengambil segala risiko yang muncul dan bisa menghapus bayangan kegagalan masa lalu kita. Mulailah membuka lembaran baru, jalani dengan penuh optimisme dan semangat baru, maka semua impian pasti menjadi kenyataan.
  • Jika seseorang mengharapkan perubahan dalam hidupnya apalagi di tahun yang baru, maka orang tersebut tidak dapat mengharapkan orang lain atau faktor eksternal berubah untuk dirinya. Orang tersebutlah harus mau mengubah dirinya lebih dahulu. Jika kita berharap hal yang lebih baik, tentu kita tidak dapat terus memelihara kebiasaan-kebiasaan yang kurang efektif di tahun sebelumnya, untuk dipakai di tahun yang baru.
  • Waktu tak akan pernah kembali, tetapi waktu selalu memberimu kesempatan.
  • Kesempatan tidak datang dua kali (Jika ada kesempatan atau ada yang terlintas di pikiran, langsung lakukan !). Catatan: ada kesempatan yang datang berkali-kali pada peristiwa / keadaan tertentu.
  • Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini
  • Jangan pernah menyerah karena apapun yang terjadi selalu ada jalan keluar. Kita dilahirkan bukan sebagai orang yang gagal tetapi seorang pemenang.
  • Mencoba tak mengapa, berhasil syukur, gagal jadi pengalaman.
  • Apapun perjuangan anda hari ini pasti akan ada hasilnya. Jangan menyerah !
  • “You are what you believe in”. Anda adalah apa yang anda percayai. kalau anda percaya anda itu A, maka anda A, kalau anda percaya anda Z, maka anda Z. Believe in Yourself.
  • Semua hal besar dimulai dari satu langkah kecil.
  • Seorang pemenang tidak membiarkan dirinya dikalahkan oleh keadaan.
  • Jangan jadikan hambatan sebagai alasan, tapi jadikanlah sebagai tantangan dalam menjalani hidup.
  • Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang.
  • Lebih mudah menilai kesalahan orang lain daripada kesalahan sendiri.
  • Lakukanlah apa yang akan kamu lakukan karena terkadang pertimbanganlah yang akan membuatmu untuk tak pernah memulai.
  • Kebebasan adalah kemampuan jiwa untuk bisa menilai segala sesuatu tanpa ada tekanan dalam menentukan sikap.
  • Don't judge the book by its cover. Jangan menilai orang hanya dari penampilannya saja, tetapi dari sikap/tindakannya, kata-katanya juga.
  • Just Do It.
  • The greatest glory is not never falling but in rising everytime we fall.
  • Jangan gegabah mengambil suatu keputusan, cermati dan teliti.
  • Never Give Up On Your Dream.
  • TETAP SEMANGAT.
  • Winner never quit and quitter never win.
  • Sesuatu yang berharga terkadang tidak dapat dinilai dari luarnya, tetapi dinilai dari kenangan yang terjadi pada sesuatu tersebut.
  • Hope is a good thing. Maybe the Best of things. And no good thing ever die.
  • Be your self is great, than to be someone else.
  • Jika anda lunak terhadap diri sendiri, maka kehidupan akan keras terhadap anda. Akan tetapi bila anda keras terhadap diri sendiri, maka kehidupan akan menjadi lunak.
  • There's no secret ingredient. To make something special, you just have to believe it's special.
  • Berhati-hatilah dengan pikiranmu, sebab mereka akan menjadi kata2. Berhati-hatilah dengan kata-katamu, sebab mereka akan menjadi kebiasaan. Berhati-hatilah dengan kebiasaanmu, sebab mereka akan menjadi karakter. Berhati-hatilah dengan karaktermu, sebab ia akan menentukan nasibmu.
  • Saat terindah dalam hidupmu adalah dimana ketika dirimu mulai bisa memberikan maaf bagi orang lain.
  • Sometimes the simplest idea can make the biggest difference .
  • Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.
  • Hidup itu saling berbagi, kalaupun kamu sudah tidak punya apa2 lagi, minimal bagilah senyummu kepada setiap orang.
  • Pilihan kitalah, lebih dari kemampuan kita, yang menentukan siapa diri kita sebenarnya.
  • Jangan menunda sesuatu yg bisa dikerjakan hari ini.
  • Berjanjilah untuk memikirkan yg terbaik, lakukanlah hanya yg terbaik, maka hal yg tidak mungkin menjadi kenyataan.
  • Lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali.
  • Ambil hikmah dari kejadian yg tak diinginkan.
  • Kegagalan adalah awal dari kesuksesan.
  • Keberhasilan hanya bisa di capai oleh orang2 yg PERCAYA dan MEMPERJUANGKANNYA.
  • Belajarlah untuk mengakui kekurangan diri sendiri.
  • Berani berbuat berani bertanggungjawab.
  • Kesombongan adalah awal dari kehancuran.
  • Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
  • When there is a hope, there is a will.
  • Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandangnya. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan; dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan.
  • Life is beautiful.
  • Janganlah kamu putus asa dengan masalah2 yang ada dalam hidupmu karena masalah yg diberikan kepadamu akan membuatmu menjadi dewasa,sabar, dan tabah.
  • Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses.
  • Berhentilah mencari suatu alasan untuk menutupi kegagalan. Mulailah bertindak untuk meraih keberhasilan.
  • Jangan jadikan kekurangan sebagai alasan untuk tidak sukses, tapi jadikanlah dia sebagai tantangan yg harus dilalui.
  • Sukses adalah sebuah perjalanan, karena itu TIDAK ADA orang yang GAGAL di dunia ini. Yang ada hanyalah mereka yang memilih untuk BERHENTI lebih cepat.
  • Untuk sukses, Anda harus bisa berbicara; untuk berbicara, anda harus percaya diri; untuk percaya diri, anda harus memimpin diri sendiri.
  • Disiplin pada diri sendiri adalah modal paling berharga bagi sebuah kesuksesan.
  • Sesungguhnya, bukan karena sulit kita menjadi tidak berani. Tapi, karena kita tidak beranilah maka segala sesuatu menjadi sulit. Hal yang sulit bukan berarti tidak bisa diselesaikan! Bersikaplah sabar, ulet, dan tegar.
  • Action is Power! Aksi adalah kekuatan! Semua kata-kata hanya akan menjadi MAKSIMAL jika dilandasi dengan banyaknya tindakan dan action yang menyertai.
  • Perjuangkan apa yang berani anda lakukan !
  • Mencintai diri sendiri berarti mau belajar mengenal kelebihan dan kekurangan diri. Juga, rela menerima apa adanya dan bersedia mengembangkan talenta yang kita punyai!
  • KOMITMEN layaknya sebuah janji yang harus ditepati pada diri sendiri.
  • Keyakinan diri adalah kekuatan pendobrak yang luar biasa!!
  • I Can Do It!
  • Ada TIGA hal penting dalam hidup ini. Pertama: mendapatkan apa yang kita inginkan. Kedua: memelihara apa yang telah kita dapatkan. Ketiga: menikmati apa yang telah kita miliki.
  • Seutas senyum yang tersungging di bibir, jika mampu terus menghiasi wajah kita, dapat membawa pencerahan bagi siapa saja. Karena itu, tebarlah senyum, meski saat menghadapi hal yang kurang menyenangkan. Itulah inti kedewasaan dalam menyikapi kehidupan ini.
  • Kita harus berani memastikan dan memperjuangkan segala hal yang pantas kita raih.
  • Saat merasa jenuh dan bosan, kita perlu istirahat sejenak. Tapi ingat! Istirahat bukan berarti berhenti maju atau berhenti berjuang. Istirahat hanya untuk penyegaran. Setelah itu, ayo bangkit dan berjuang lebih keras lagi!
  • tidak ada kata GAGAL, yg ada hanya SUKSES atau BELAJAR
  • "Bila kamu memasang cita-cita setinggi langit dan akhirnya gagal, paling tidak kamu gagal di atas kesuksesan semua orang." 
  • Everything will be okay in the end. If it’s not okay, it’s not the end.
  • Orang yang gagal adalah orang yang takut/tak pernah mencoba (by : IPIN )
Sekian dulu tentang Kumpulan Kalimat Mutiara dan Kalimat Motivasi. Mau ingin lebih tau lagi silahkan kunjungi http://www.squidoo.com/kalimatmotivasi. Semoga bermanfaat yaa..... ^_^